Placebo Sosial

Manfaat gerak fisik bersama yang terkoordinasi terhadap berbagai dimensi kehidupan telah dipelajari sejak lama dalam berbagai disiplin ilmu. Belakangan ini penelitian dari Universitas Oxford melahirkan satu kesimpulan bersama bahwa kebersamaan tidak hanya baik buat kolektivitas tetapi juga menyehatkan fisik dan mental.

Sosiolog Emile Durkheim pada 1912 telah memperkenalkan istilah collective effervescene untuk menyebut kebersamaan dalam euforia ketika orang-orang melakukan suatu gerak bersama baik itu berupa ritual agama, musik, dansa, atau olahraga. Kebersamaan semacam itu, kata Durkheim, membangkitkan buih kebersamaan yang menggairahkan individu dan berfungsi menyatukan kelompok.

Sejak era Durkheim, berbagai eksperimen dari studi prilaku dan makna mencoba menelusuri gerak bersama semacam itu dan dampaknya. Studi yang melibatkan pendekatan evolusi, antropologi, psikologi, dan biologi melabel gerak bersama itu sebagai suatu keadaan yang oleh Jacob Taylor, Emma Cohen dan Arran Davis dari Universitas Oxford disebut sebagai social motion. Dalam studi neurologi, dampak kebersamaan berhubungan dengan komposisi kimia otak yang dapat mengubah persepsi dan keyakinan seseorang. Social motion juga meredakan rasa sakit dan kelelahan yang merupakan kunci bagi kinerja atletik dan perasaan kebersamaan di antara mereka yang menopang ikatan kolektif.

Social motion hadir dalam berbagai bentuk sesuai kebudayaan dan konteks. Bisa berupa gerakan fisik, dansa, ritual, pekerjaan bersama, permainan. Secara universal, wujudnya hadir dalam dua komponen yakni gerakan yang terkoordinasi dan pengerahan tenaga fisik.

Berbagai bukti menunjukkan bahwa kebersamaan dengan yang lain membawa perasaan kebersamaan atau kesatuan yang barangkali terpicu karena kebersamaan tidak hanya menyatukan fisik tetapi juga jiwa. Orang tidak lagi menjadi “aku” tetapi “kita”. Penyatuan hati dan pikiran dalam suatu kebersamaan tidak hanya mengerahkan efek luar yang tampak, tetapi dapat ditelusuri dalam biologi manusia.

Riset lain dari David A. Raichlen dkk (2013) mengindikasikan bahwa kegiatan fisik bersama dapat memompa endorfin dan endokanabinoid. Keduanya merupakan hormon alamiah tubuh yang mempunyai fungsi mirip seperti morfin dan kanabis (ganja), bikin orang happy and fly. Dalam titik paling tinggi, psikologi bersama orang-orang ini akan sampai pada keadaan “runner’s high”, yakni kondisi euforia mendalam yang berlangsung singkat setelah latihan yang intens. Singkatnya, kegiatan fisik bersama bisa bikin fly.

Konsep social motion ditelusuri Studi Jacob Taylor, Emma Cohen dan Arran Davis dari Universitas Oxford pada 2015. Mereka membuat perbandingan antara kelompok dengan ikatan kerja sama yang kuat dalam permainan kolektif dengan kelompok yang terkoordinasi  tetapi lebih longgar. Taylor dkk mengindikasikan bahwa kelompok yang terkoordinasi secara kuat mempunyai ikatan yang lebih panjang pasca kerja sama yang sifatnya sementara itu. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa kerja sama fisik yang solid adalah awal mula yang baik untuk hubungan sosial yang dekat, lebih terikat dan bertaut sebagai grup.

Hasil ini memberi penjelasan pada kenyataan yang dialami sehari-hari, bahwa orang yang mengalami permainan kolektif, seperti bulu tangkis, futsal, joget bersama, mempunyai ikatan sosial yang kencang setelah pengalaman itu. Mereka tidak hanya berbagai ruang fisik tetapi juga situasi mental yang sama.

Menurut para peneliti, ketika kita mendapatkan perhatian dan didukung dalam suatu tindakan fisik bersama, efeknya mengurangi curiga dan prasangka buruk terhadap orang lain dibandingkan dengan mereka yang terisolasi sendiri. Dalam kebersamaan itu pula, orang-orang yang sakit tersedot perhatiannya dari hormon yang melepaskan rasa sakit dan menginvestasikan fisik ke hormon pemicu pemulihan yang mempercepat kesembuhan.

Peneliti lain, Umberson dkk (2010) menyebutkan bahwa hubungan sosial yang baik memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang pada kesehatan. Efek ini muncul sejak masa kanak-kanak dan mengalir sepanjang hidup yang akhirnya mengakumulasi manfaat besar bagi kesehatan. Karena itu, kegembiraan kolektif masa kanak-kanak memberikan efek jangka panjang bagi perilaku dan kesehatan anak.

Lebih lanjut, Jacob Taylor dkk mengindikasikan:

kebersamaan serempak secara fisik tampaknya bertindak sebagai semacam plasebo sosial, yang mengubah respons optimal terhadap stresor seperti penyakit dan olahraga menjadi pemulihan bersama. Para peneliti menduga daya kerja aktivitas semacam ini mirip dengan analgesik dan pengurang rasa lelah yang kemungkinan besar menggunakan jalur neurologis yang sama dengan efek plasebo yang diamati dalam studi pengobatan.

Plasebo sosial dalam jangka panjang menciptakan keluarga global yang melampaui batas-batas kultural. Pengaruhnya bisa sejauh seperti yang diutarakan Greg Mortenson, pejuang pendidikan untuk anak-anak Afganistan. Dalam Three Cups of Tea, Mortenson menulis, dalam budaya Afganistan teh adalah pengantar menuju suatu ikatan. Cangkir pertemuan pertama, engkau menjadi teman. Cangkir pertemuan kedua, engkau menjadi keluarga. Lalu pada cangkir ketiga, saya rela berkorban, bahkan bertaruh nyawa untuk membela dan melindungimu.

Manfaat gerakan sosial sangat penting bagi dunia saat ini di mana sepertiga dari populasi orang dewasa tidak aktif secara kronis dan akibat pandemi isolasi sosial sedang meningkat secara global. Tidak ada kesempatan melakukan aktivitas bersama. Padahal, social motion dapat membawa kita lebih dekat satu sama lain, dan lebih dekat dengan kesehatan fisik dan mental yang kita butuhkan untuk berkembang. Dalam keterbatasan demikian itu, penting bagi keluarga-keluarga untuk tetap melakukan social motion secara bersama di rumah.

Referensi

Beedie, C., Benedetti, F., Barbiani, D., Camerone, E., Cohen, E., Coleman, D., … & Szabo, A. (2018). Consensus statement on placebo effects in sports and exercise: The need for conceptual clarity, methodological rigour, and the elucidation of neurobiological mechanisms. European Journal of Sport Science18(10), 1383-1389.

Davis, A., Taylor, J., & Cohen, E. (2015). Social bonds and exercise: Evidence for a reciprocal relationship. PloS one10(8), e0136705.

Jacob Taylor, Socia Motion Boots Performance and Connection, https://www.bluezones.com/2021/04/exercising-together-boosts-performance-and-builds-community-cohesion/

Raichlen, D. A., Foster, A. D., Seillier, A., Giuffrida, A., & Gerdeman, G. L. (2013). Exercise-induced endocannabinoid signaling is modulated by intensity. European journal of applied physiology113(4), 869-875.

Umberson, D., & Karas Montez, J. (2010). Social relationships and health: A flashpoint for health policy. Journal of health and social behavior51(1_suppl), S54-S66.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s