Film “The Pope’s Exorcist” dan Tradisi Gereja Katolik

Sebentar lagi satu film Hollywood berjudul “The Pope’s Exorcist” akan keluar. Film itu mengambil figur Pater Gabriele Amorth dengan diaktori bintang kawakan Australia Russel Crow. Gabriele Amorth adalah mantan Kepala Departmen Eksorsisme yang ditunjuk Vatikan di Roma. Ribuan pengalaman eksorsisme telah dia jalani. Dia telah bertugas menjadi pastor yang membidangi eksorsisme sejak 1986. Hingga dia pensiun tahun 2000, Pater Amorth telah melayani lebih dari 50.000 tindakan eksorsisme. Tindak tanduk Pater Amorth tidak lepas dari kontroversi terutama pernyataan tentang yoga, bahwa ritual yoga merupakan prosesi setan ketika dipergunakan untuk meyakini proses reinkarnasi yang salah. Ilusi yang diberikan yoga, menurut Pater Amorth, mirip dengan cerita Harry Potter, yakni manusia bisa dikelabui bahwa ia sendiri punya kekuatan untuk melakukan macam-macam sulap dan sihir, kemudian meninggalkan Allah. 

Dalam tradisi Gereja Katolik, eksorsisme adalah tindakan sakramental, namun tidak seperti baptisan atau komuni, eksorsisme bersifat kasus. Kuasa untuk melakukan itu tidak diberikan kepada semua orang tetapi hanya pada imam tertahbis yang ditugasi khusus oleh Uskupnya untuk melakukan eksorsisme dan juga berdasarkan iman yang dia miliki. Gereja punya metode mengenai hal ini mengikuti sejarah tua dalam tradisi yang telah berlangsung ribuan tahun. Pater Amorth hanya satu dari sekian pendahulu gereja yang melakukan hal ini. Yang menarik, sebagian besar santo yang bernama Antonius adalah orang-orang yang diberi kuasa untuk mengusir setan. Misalnya, Antonius de Abbot dari Mesir yang mengalahkan lucifer di sebuah gua. Kemudian yang belakangan adalah Antonius dari Padua yang dikenal sebagai penyembuh banyak jenis penyakit. 

Kisah Pater Amorth dalam Buku “An Exorcist Tells His Story”

Source: Amazon.com

Dalam buku ini Pater Amorth bercerita bahwa orang yang dibawah kendali setan biasanya sudah menempuh semua pengobatan dokter. Bolak balik masuk rumah sakit untuk diobati, tetapi tidak kunjung sembuh. Orang-orang itu tahu mereka mengalami masalah, tetapi tidak tau apa sebabnya. Dokter biasanya bingung menyebutkan jenis penyakit dan akhirnya hanya menjalani mekanik kedokteran. Bukannya membaik, kondisi korban tambah hancur. Setelah medis berlalu, maka dalam pergulatan yang telah putus harapan mereka cari penyembuh lain seperti dukun, orang pintar, dan semacam itu. Di titik itu, setan justru makin mendapat angin untuk bekerja. Kondisi korban malah tambah buruk. Ketika pada akhirnya mereka dibawa ke Pastor yang diberi kuasa Ilahi untuk melalukan eksorsisme, umumnya korban sudah babak belur. 

Ketika menjalani proses eksorsisme, setan amat pandai mengelabui. Reaksinya beragam dan memang menipu. Seringkali pastor diberi cara yang mudah, seolah-olah si setan sudah pergi. Namun setelah diperciki air suci, dihadapkan pada salib suci atau ditumpangi stola pastor, dia akan meronta. Disitulah tampil setan sesungguhnya. Untuk membebaskan seseorang, waktu Tuhan bukan waktu kita. Ada saja caranya orang yang kelihatan baik-baik saja, ketika menjalani eksorsisme setannya tiba-tiba muncul.

Banyak yang percaya setan bawel dan tukang ngomong. Dalam pengalaman eksorsisme Gereja justru sebaliknya. Setan amat hemat bicara. Dia hanya mengatakan hal-hal bodoh untuk menghindari pertanyaan pastor. Misalnya, “saya cape”, “tangan saya sakit”, “jantung saya berdebar”. Semua pernyataan yang berisi pengalih perhatian dan setan itu mempunyai jeda untuk mengumpulkan kekuatan. Selain itu, setan akan memaksimalkan kelemahan manusia dan masuk lewat kelemahan-kelemahan itu. Penakut akan dia masuki lewat teror ketakutan, tukang cemas akan dia kibuli dengan kecemasan. Kadang hal-hal sepele, seperti takut kucing, takut jorok, takut ular, dan seterusnya. Setan akan ganggu pada titik yang remeh temeh. Satu hal yang tidak bisa dimasuki setan adalah kegembiraan penuh kasih. Karena itu, Yesus menegaskan bahwa injil adalah kabar sukacita. Gereja mengikutinya dengan membentuk persekutuan kasih.

Ketika penderita sedang kerasukan, jangan bertanya macam-macam. Hanya pertanyaan yang penting saja. Salah satu yang penting adalah menanyakan nama, karena pengakuan nama adalah kekalahan untuk setan. Setan yang menguasai tubuh seseorang bisa lebih dari satu, tetapi ada satu yang mengepalai semuanya. Dialah yang pertama kali harus diungkapkan namanya, tetapi dia pula yang paling terakhir meninggalkan tubuh korbannya. Setan-setan yang ada dalam alkitab adalah yang paling serius dan tidak mudah untuk dikalahkan, seperti Satan, Beelzebub, Lucifer, Zebulun, Meridian, Asmodeus. Mereka ibarat Batista juara terlama dan petarung handal di WWE Smackdown, atau Mike Tyson yang tinjunya hampir tidak ada duanya. 

Setan yang paling jahat biasanya tidak sanggup menyebut nama Yesus dan Bunda Maria. Mereka mengalihkannya dengan mengatakan “bosmu” atau “ibumu” sebagai ganti Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Namun, jika si jahat itu berpangkat tinggi. Misalnya, dulunya mereka adalah malaikat yang jatuh, mereka bisa menyebut nama Yesus dan Bunda Maria, tetapi diikuti dengan makian hina di belakangnya. 

Untuk menjatuhkan mental pastor eksorsis atau bahkan orang yang ikut mendoakan, setan biasanya membuka aib. Misalnya, ada kisah seorang pastor yang pernah jatuh dalam hubungan seks ketika remaja dan suka goda perempuan. Setan itu membuka aib itu dan serta merta menjatuhkan mental pastor. Eksorsisme pun gagal. Ada juga saat dimana setan menghantam orang yang ikut mendoakan dengan menyerang pribadi mereka, membuka dosa, dan intrik hina semacam itu. Intinya, kita dibuat tunduk pada dosa, tidak berdaya, malu, dan akhirnya terpuruk. Kita tidak dibiarkan merasa sebagai orang terbebas oleh keselamatan Kristus. Makanya gereja mengajarkan umatnya untuk melupakan dosa. Ketika dosa itu terjadi, jangan mengulanginya lagi dan lupakan. Jangan pula diomongin, apalagi dirayakan dengan mengundang orang lain ikut berdosa. Cukup diakui secara pribadi pada Allah atau Sakramen Pengakuan. Titik. Itu pula alasannya kenapa eksorsisme dalam gereja hanya bisa dilakukan pastor tertahbis dengan kuasa khusus. Karena, seringkali ketika eksorsisme berlangsung, setan yang adalah pangeran kebohongan, dapat bertindak ceroboh dengan mengungkapkan secara jujur dan bangga semua daftar dosa orang itu. Momen itulah yang ditunggu karena Pastor biasanya meminta korban yang dikuasai si setan  untuk mengakui dosanya dan mendapatkan pengampunan. Ketika dosanya diampuni, setan tidak punya alasan untuk tinggal. 

Selain membuka aib, setan juga mengancam untuk mengganggu sepanjang waktu, mengirimi kita ular saat tidur, membuat kita terbayang-bayang wajah hinanya itu sepanjang waktu. Semuanya itu dia buat untuk bikin kita gentar dan melupakan senyuman Allah yang begitu dekat. 

Setiap tindakan eksorsisme adalah ibarat menghantam si setan dengan pemukul bola kasti atau menyiraminya dengan air mendidih. Kesakitan yang dia terima akan diikuti dengan teriakan sakit yang luar biasa. Proses itu diikuti dengan penderitaan fisik pada korbannya. Beberapa setan yang meninggalkan tubuh bahkan mengakui mereka lebih bahagia di neraka daripada mengalami sakit yang demikian. Kembalinya setan ke neraka adalah pukulan berat. Selain kekalahan, dia tidak punya kesempatan lagi untuk melakukan muslihat bagi manusia. 

Setelah dibebaskan, orang yang terbebas harus menjalani hidup suci mengikuti perintah agama, menjalani tradisi agama. Misalnya, rajin ke gereja dan menerima sakramen. Meskipun kasus serangan kedua amat jarang, tidak tertutup kemungkinan peristiwa itu terjadi. Ketika orang menjalani hidup suci, pelepasan berikutnya jauh lebih ringan. Namun ketika orang yang terbebas itu mengulangi kembali dosa-dosanya, serangan setan seringkali datang lebih ganas. Mateus 12:43-45 menyebutkan, setan itu kembali dan membawa tujuh setan yang lebih kuat untuk mencengkram orang itu lebih jahat. Karena itu, berjuang untuk bertobat dan ingat akan Allah adalah cara hidup yang mengusir setan selamanya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s