American Dream, Halusinasi Kebahagiaan

Apa itu American Dream? Oxford Language online menulisnya begini: the ideal by which equality of opportunity is available to any American, allowing the highest aspirations and goals to be achieved. Kurang lebih kalau diterjemahkan, “gambaran ideal bahwa kesempatan yang sama tersedia bagi semua orang, memberikan kesempatan bagi keinginan dan tujuan tertinggi untuk terwujud…” Mimpi ini benar-benar ideal adanya. Thanks God, kalau tercapai. 

Dalam kenyataannya American Dream adalah halusinasi karena secara faktual apa yang dialami Amerika adalah pergulatan yang terus menerus untuk mencapai kesetaraan. Prosesnya pun diwarnai pertikaian kotor dan pertumpahan darah dan terus mengemuka saat ini. 

Mudah untuk menyaksikan dan mendengar American Dream. Berbagai platform budaya yang dikuasai oleh jaringan korporasi Amerika membesar-besarkan hal itu melalui tayangan film hollywood, iklan, kerajaan intelektual dan seterusnya. Pada dasarnya semua itu mau mengatakan bahwa di Amerika semua khalayan, bahkan yang paling tidak masuk akal pun dapat terwujud. Ibarat cerita fairy tale di negeri mimpi. Disana tidak ada si pungguk merindukan bulan. Semua orang bisa terbang menuju matahari. 

Walau gegap gempita, American Dream merupakan drama sejarah Amerika. Sebagian besar generasi Amerika kulit putih saat ini adalah cicit dari para petualang yang penuh perjuangan panjang keluar dari Inggris untuk bebas dari cengkraman hirarki aristokrasi dan gereja. Mereka benci dikekang. Maka lahirlah Amerika. Sejarah itu menjadi inspirasi banyak negeri untuk memberontak dan membuat budak melawan tuannya sendiri, pekerja menuntut kesetaraan dengan majikan, dan banyak hal lainnya. Demokrasi muncul karena aspirasi ini. 

Namun sejarah yang sama pula mengatakan, American Dream sesungguhnya adalah mimpi orang kulit putih. Di sisi koin yang sama terdapat orang Afrika yang tidak menemukan dream yang sama. Mereka justru persis sebaliknya, sebagai budak dan buangan. Memutus mata rantai budak pun bukan perjuangan yang mudah. Perang saudara yang brutal dan kejam berlangsung 1861-1865 antara utara dan selatan diperkirakan menelan korban jiwa 1,264,000, belum harta dan penderitaan lainnya.

Meskipun kaum anti-perbudakan (abolisionis) menang dalam pertempuran, tetapi warisan “slave-lover” masih terus berlangsung di Selatan. Karena itu, gerakan politik kulit hitam pun berkobar. Pada era 1960an, Marthin Luther King tampil mengemuka menyuarakan kesetaraan dan didukung oleh semua kalangan yang memimpikan nilai yang sama. Hasilnya, King tewas ditembak oleh radikal kulit putih pada 14 April 1968. Banyak pejuang lainnya juga diintimidasi dan dibunuh. Di antara sekian banyak itu, kasus pernikahan beda ras adalah perjuangan panjang. Putusan Mahkamah Agung yang membolehkan pernikahan beda ras antara Richard dan Mildred di Virginia pada 1967 adalah salah satu kasus paling menentukan. Negara bagian itu telah memberlakukan larangan nikah campur sejak 1691. Pada 1968, Virginia resmi menarik undang-undang tersebut. Perjuangan kulit hitam yang dipimpin King dan penerusnya serta putusan monumental seperti Mildred dan Richard mendorong banyak negara bagian mencabut undang-undang yang melarang pernikahan campur, terutama antara kulit putih dan hitam, pada penghujung 1960an dan awal 1970.

Meski demikian, Politik semi-apartheid dipertahankan. Deleware baru mencabut larangan nikah beda ras kulit putih dan hitam pada 1986, Missisipi 1987. Bahkan South Caroline baru dicabut secara total pada 1998 dan Alabama baru pada tahun 2000.

Gerakan kullit hitam memang berhasil mendorong hak sipil dan politik. Tetapi pengaruh perseteruan itu tidak luntur. Sisa itu pula yang membuat Amerika banting tulang mengatasi masalah-masalah kotor rasisme dan keamanan hingga hari ini. Kasus George Floyd baru-baru ini dan kasus-kasus serupa adalah segelintir dari banyak kasus rasial dalam keseharaian America. 

Di luar persoalan rasial, Amerika adalah negeri kebebasan bersenjata. Dapat ditemui dengan mudah banyak toko yang menjual senjata mematikan. Alasan keamanan dan mempertahankan kebebasan digadang-gadang sebagai pembenar. Andaikan itu pun benar, industri senjata jauh lebih punya alasan untuk mempertahankan bisnisnya daripada persoalan keamanan itu sendiri. Karena itu, banyak residivis dan pasien kejiwaan ikut membeli. Penembakan brutal dan paling gila yang dilakukan semata-mata sebagai kegemaran hanya terjadi dalam sejarah modern Amerika. Mereka menyebutnya sakit jiwa. Tetapi beberapa pelaku yang tertangkap nampak punya logika yang sehat bugar. Bahkan mengaku secara gamblang bahwa tindakannya itu adalah tiruan dari film atau semata-mata karena tidak suka dengan satu kegiatan, satu kelompok, dan seterusnya. 

Kendatipun bergejolak di negerinya sendiri, American Dream begitu heboh dihembuskan ke luar. Tak jarang hal itu pula yang menjadi alasan untuk menancapkan pengaruh Amerika di banyak negara. Sebagian di antaranya melalui perang. Banyak pula yang memalukan karena alih-alih membawa mimpi itu, bantuan serdadu Amerika menanugerahi regim otoriter di beberapa negara dengan kekuasaan mutlak. 

Banyak analisis mengatakan keduanya adalah buah dari ketidakadilan. Sehingga konstitusi yang adil haruslah diperjuangkan dan diperbarui terus-terus menerus. Karena itu, putusan-putusan hakim di Amerika berusaha mencerminkan keseimbangan yang adil dalam mengatasi masalah-masalah ini. 

Di samping penting menyadari masalah keadilan, sedikit yang melihat bahwa rasisme dan krisis keamanan merupakan buah dari American Dream yang tidak lain adalah kapitalisme. Apa yang disebut American Dream pada dasarnya adalah penaklukan sesama manusia dan penghancuran alam untuk mengakumulasi modal. Contohnya ditemukan di berbagai tempat. Contoh itu pula yang ditiru oleh banyak negara. Amplifikasi American Dream telah membawa kita ke dunia saat ini. 

American Dream bukan soal setara, bukan pula keadilan. Hasrat untuk setara dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk tiap-tiap individu tidak hanya punya Amerika. Semua orang dimanapun punya mimpi yang sama. Yang berbeda adalah American Dream membuatnya menjadi modal (uang) dan itu semua ongkosnya tidak kecil. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s