Suatu Senja: Aku, Dia dan Pertanyaan tentang mereka

Aku, dia, berhadapan membicarakan mereka. Bukan menelisik apa kata mereka tentang “aku” dan “dia” tapi mengkoleksi kata-kata semata-mata tentang mereka. Banyak sengkarut kata meliuk-liuk seperti semilir angin pantai sore ini, tak bertujuan tapi kaya dengan interpretasi makna. “Kamu mengerti apa itu cinta”, dia memulai. “tidak banyak,” jawabku. “Hanya dari sebilah pengalaman”, lanjutku. Begitulah. Pembicaraan dimulai. … Continue reading Suatu Senja: Aku, Dia dan Pertanyaan tentang mereka

Ketika “Tingkotoe” Tidak Lagi Menandai Hujan (1)

Kita hidup dari alam dan mendengar alam kini tidak lagi Makanan tidak lagi dari perut bumi Kepalsuan melanda dimana mana: Beras palsu, telur palsu, buah palsu, dan etalase kepalsuan lainnya Kita makhluk alam pun jadi palsu Makanan kita palsu, tubuh palsu dan masyarakat pun palsu Kurang lebih dua puluh tahun silam, sistem pertanian kami masih teratur … Continue reading Ketika “Tingkotoe” Tidak Lagi Menandai Hujan (1)