American Dream, Halusinasi Kebahagiaan

Apa itu American Dream? Oxford Language online menulisnya begini: the ideal by which equality of opportunity is available to any American, allowing the highest aspirations and goals to be achieved. Kurang lebih kalau diterjemahkan, “gambaran ideal bahwa kesempatan yang sama tersedia bagi semua orang, memberikan kesempatan bagi keinginan dan tujuan tertinggi untuk terwujud…” Mimpi ini benar-benar ideal adanya. Thanks … Continue reading American Dream, Halusinasi Kebahagiaan

Mengeruk Uang dari Orang Sakit

Profit adalah mantra yang melanda semua jenis bisnis apapun hari ini. Tidak terkecuali. Modusnya pun tidak malu-malu. Tidak hanya pada lembaga-lembaga yang memang tujuannya mengeruk keuntungan seperti bank, perusahaan investasi dan seterusnya. Lembaga-lembaga yang sejarahnya dibentuk untuk mengabdi pada kemanusiaan pun tidak bebas dari virus ini. Rumah sakit adalah salah satunya. Mengejar keuntungan barangkali bukan … Continue reading Mengeruk Uang dari Orang Sakit

“Kating Poti” dan Wabah Ketakutan Palsu

Orang-orangan sawah. Bukan sungguhan. Tapi hanya “antul” atau “pantulan”. Tujuannya hanya bikin bergidik, agar sasaran lari terbirit-birit sebelum sempat menikmati santapan. Itulah “kating poti”. “Kating”: horor. “Poti”: setan/hantu. Meski dapat diterjemahkan sebagai horor setan. Maknanya tidak persis demikian. Tapi suatu frasa majemuk yang punya makna konotatif. Ialah suatu stempel ketakutan palsu yang dalam tradisi pertanian … Continue reading “Kating Poti” dan Wabah Ketakutan Palsu

Kritik Menurut Forum Negara Pancasila Pak Tedjo

“....Kali ini kita akan menjawab pertanyaan Saudara Beni dari Medan. Saudara Beni bertanya tentang apa hubungan antara sila ke-4 Pancasila dengan koperasi. Baik, saudara Beni, saya akan menjawab pertanyaan Anda...” Demikian Tedjo Sumarto, pengkhotbah ulung berapi-api tentang Pancasila versi Soeharto puluhan tahun silam. Tak henti-hentinya tiap minggu pak Tedjo mengunjungi kuping pemirsa melalui suatu acara … Continue reading Kritik Menurut Forum Negara Pancasila Pak Tedjo

Antara budaya panggung dan pilihan politik

Kultur publik saat ini sarat dengan taburan bintang. Ruang publik melalui media elektronik atau dunia kaca kerap dikuasai oleh dunia selebriti yang glamour. Impian yang melampaui batas realitas dipenuhi hampir bulat-bulat oleh dunia kaca melalui imajinasi karakter impian proyektif seseorang tentang sesuatu. Pahlawan, gentlement, pecinta yang hebat, suami yang baik, istri yang soleha, nasib mujur, … Continue reading Antara budaya panggung dan pilihan politik

17 Agustus: Menuju “Bebas Untuk “

Hari ini Indonesia merayakan kemerdekaan ke-72. Merdeka adalah ekspresi kebebasan, sebuah hak dasar yang melekat dalam setiap manusia sejak dilahirkan. Ada dua makna kata bebas yang sering menjadi bahan ajar konsep hak: bebas dari dan bebas untuk. Bebas dari sudah terjadi dan diperjuangkan dengan darah dan air mata 72 tahun yang lalu ketika bangsa ini … Continue reading 17 Agustus: Menuju “Bebas Untuk “

Sisi Lain Dari Kehancuran Ekologis Akibat Tambang

Sore ini saya dijemput oleh amang Alex, adiknya Jhon Umat, adik ipar amang Hendrik Wadus ke rumahnya amang Hendrik. Sayang sekali beliau kerja malam, sehingga saya hanya ketemu sama tanta sisi atau mama Ori. Kami tidak ketemu selama kurang lebih 18thn, waktu yang tidak pendek. Tapi semua cerita dan memori tentang kampung dalam pertemuan seperti … Continue reading Sisi Lain Dari Kehancuran Ekologis Akibat Tambang